Perbedaan Penghobi Ikan Cupang Indonesia dan Luar Negeri

Share:
Apa yang saya lihat dari para breader yang telah mengekspor ikan cupangnya ke berbagai belahan dunia dan saya telah mengobrol dan mengikui berbagai forum pecinta ikan cupang di dunia. Saya menjadi melihat berbagai perbedaan antara penghobi indonesia dan luar negeri. Berikut ini adalah cerita saya.

Disukai Semua Kalangan.

Untuk indonesia memang ikan cupang disukai semua kalangan dari mulai muda, remaja hingga orang tua. Di luar negeripun juga sama. Namun, perbedaanya adalah bila di Indonesia ikan cupang hanya disukai oleh kaum laki - laki saja. Di luar negeri sendiri, ikan cupang diminati oleh pria maupu wanita.

Ini dikarenakan para penghobi ikan cupang di luar negeri menganggap ikan cupang bukanlah hewan untuk di adu atau dibuat bertarung. Namun sebagai hewan hias yang dinikmati keindahan ekor dan bentuk tubuhnya.

Di Adu Dan Tidak Di Adu.

Untuk kalangan umum, di indonesia menganggap ikan cupang masih sebagai ikan aduan dan sedikit dari mereka mengaggap ikan ini sebagai ikan hias.

Orang luar negeri menganggap hewan di rumahnya bukan sebagai peliharaan namun sebagai keluarga. Contohnya seperti di Amerika, mereka menganngap anjing di rumah mereka sebagai keluarga, dan bahkan ketika anjingnya sakit maka mereka tidak segan – segan menghabiskan uang untuk pergi ke doketer hewan.

IBC (International Betta Congress) pun, membuat kontes ikan cupang hias saja dan tidak ada kompetisi ikan cupang adu.

Bila anda tidak tahu IBC (International Betta Congress) maka akan saya terangkan sedikit, IBC adalah organisasi yang sekarang ini mengurus berbagai hal tentang ikan cupang, membuat patokan penilaian ikan cupang di saat kontes, mencatat jenis ikan cupang di seluruh dunia, memberikan sertifikat untuk orang sebagai juri kompetisi ikan cupang, dll.

Memang sayang bukan bila ikan yang satu ini dibuat sebagai bahan aduan. Mengingat ada juga ikan cupang memiliki rekor sebagai cupang termahal.

Baca Juga : Ikan Cupang Termahal di Dunia.

Namun, perlakuan hewan di berbagai negara berbeda – beda. Ada yang menganggap sebagai sebuah keluarga dan ada juga menganggap hewan hanyalah hewan dan tidak lebih. Contohnya negara satu ini.

Bila kita melihat ke negara Cina, maka kita akan melihat ada terdapat hari di suatu daerah di negara tirai bambu ini, dimana kucing dan anjing di makan dan itu terjadi sebagai sebuah hari raya, sungguh kasian bukan. Belum lagi dengan tanduk badak dan sisik trenggiling yang diambil dan dianggap sebagai obat.

Untuk bagian ini. ini  adalah pandangan saya pribadi sebagai pecinta binatang. Saya beranggapan bila kita bukan hanya mencintai sesama saja, namun harus mencintai semua makhluk hidup.

Lebih Dihargai.

Ini lebih di khususkan untuk para breader ikan cupang. Walaupun negara kita adalah pengekspor ikan cupang terbesar ke dua di dunia.  Pemerintah masih belum menengok tentang potensi yang luar biasa dari bisnis ikan cupang. Bila kita melihat negara pengekspor ikan cupang nomer satu yaitu Thailand. Kita akan merasa iri, karena para breader di sana lebih dihargai dan pemerintah pun turut membantu dalam bisnis mereka.

Padahal bila kita lihat, indonesia sendiri memiliki lebih dari 40 jenis ikan cupang, itu mencakup jenis ikan cupang alam. Bukankan itu menakjubkan.

Sekian artikel saya, Tulisan ini hanyalah cerita pribadi dan pandangan saya yang saya rasakan selama ini. Terimakasih telah berkunjung di blog kami.

Tidak ada komentar