Manfaat Dan Cara Pengolahan Daun Ketapang Kering Untuk Ikan Cupang

Share:
Manfaat dan Cara Pengolahan Daun Ketapang Untuk Ikan Cupang
Daun Ketapang Kering
Bagi Anda para penghobi lama atau para breader mendengan kata ini tidak asing bukan. Namun Saya membuat artikel ini bagi Anda yang para penghobi baru atau bagi Anda yang tidak tahu tentang daun ini. Dalam artikel ini, Saya akan mengupas berbagai hal tentang pohon, daun dan hubungannya dengan ikan cupang.

Pohon Ketapang
Pohon Ketapang
Daun Ketapang
Daun Ketapang yang Masih di Pohonnya
Pohon ketapang adalah pohon asli Asia Tenggara dan sekarang telah menyebar luas ke seluruh belahan dunia. Pohon ini hidup di iklim pesisir. Untuk indonesia sendiri pohon ini sangat mudah untuk dijumpai. Anda dapat menemukan pohon ini di taman atau di pinggir jalan karena sifat pohon ini memiliki daun yang lebat sehingga cocok sebagai pohon peneduh.

Bagi para breader atau penghobi ikan cupang, daun ini merupakan bagian penting dalam pemeliharaan ikan cupang.

Berikut Manfaat Daun Ketapang Untuk Ikan Cupang:

  1. Sebagai Penurun pH.

Bila kapur bordo digunakan untuk menurunkan keasaman (menaikan pH), maka daun ini berfungsi sebaliknya. Untuk artikel berhubungan dengan pH, kesadahan dan lainya, kami telah membuatnya dan Anda tinggal membacanya.

  1. Penghilang Bakteri Dan Jamur.

Memiliki kandungan tanin membuat daun ini sebagai bahan alami yang dapat Anda gunakan dalam pemeliharaan ikan cupang untuk mencegah penyakit – penyakit yang dapat menyerang. Seperti penyakit parasit, Contohnya jamur putih dan velvet.

  1. Sebagai Obat Luka. 

Cupang terluka karena telah melakukan pertarungan dapat Anda sembuhkan dengan memasukan daun ini ke dalam tempat ikan cupang melakukan pemulihan. Para breader diluar negeripun melakukan hal yang sama. Mereka telah membuktikan bahan bahan alami lebih cepat menyembuhkan lnuka daripada obat – obatan berbahan kimia.

  1. Menyamakan Habitat. 

Para breader menggunakan daun ketapang untuk membuat suasana air menjadi sama seperti di alam. Di alam, sungai atau rawa memiliki air berwarna hitam karena hasil dari daun – daun pohon yang jatuh ke dalam air dan kemudian membusuk. Walaupun warna air akan menjadi terlihat cokelat dan membuat kita tidak dapat melihat keindahan ikan cupang secara jelas. Namun. ya seperti itulah habitat alami ikan cupang.

  1. Merawat Sirip dan Sisik Cupang.

Daun ketapang dipercaya dapat membuat sisik ikan cupang lebih keras dan tidak mudah rontok. Sisik yang kuat diperlukan cupang aduan agar dapat menangkis serangan lawan. Dipercaya juga membuat sirip cupang menjadi kuat dan tidak mudah bengkok.


Untuk pemanenan daun ketapang sangat mudah. Anda hanya perlu memilih dan mengambil daun ketapang yang telah kering dan berguguran. Pilihlah daun yang benar – benar kering dan tidak terdapat jamur. Selain itu bila pohon ketapang diberi peptisida atau ternkena polusi, maka Anda harus membersihkannya terlebih dahulu dengan air sebelum digunakan.

Pohon ketapang sendiri berguguran dua kali dalam setahun dan daun ketapangan yang bagus dan benar – benar kering dapat bertahan selama enam bulan di tempat penyimpanan. Simpanlah daun ketapang di tempat yang kedap udara, air dan cahaya. Itu perlu bila Anda menginginkan daun ini tetap awet.

Cara Pengolahan daun Ketapang.

Anda telah mendapatkan daun ketapang dari alam atau tempat sekitar Anda dan menyimpannya di tempat kedap air, udara dan cahaya. Bagian ini bisa diibaratkan sama seperti kita membuat air teh secara tradisional. Yaitu dilakukan secara dua kali.

Bagian Pertama.

Kita memiliki daun ketapang kering namun masih kotor dan terdapat debu, oleh karena itu kita harus membersihkannya.
  1. Ambil daun ketapang secukupnya, dan masukan pada wadah terpisah. Wadah terpisah ini berfungsi sebagai tempat penyucian.
  2. Masukan daun dan juga air secukupnya, lalu diremas – remas agar kotoran terlepas.
  3. Kemudian ambil kembali daun yang telah bersih.
Pada bagian pembersihkan sangat penting, bila tidak benar – benar bersih maka nanti air yang di hasilkan pada tahap kedua akan berbau busuk, dan terdapat minyak di air.

Setelah tahap ini, Anda dapat mengeringkan daunnya kembali, menyimpannya di tempat kedap, dan gunakan daun yang telah di kering tadi sebagai daun celupan langsung ke tempat pemeliharaan cupang. Seperti teh celup. Masukan ke tempat ikan cupang berada dan ambil kembali.

Bagian Kedua.

Anda telah mendapatkan daun ketapang yang telah dibersihkan dari kotoran dan tinggal dibuat persediaan air atau ekstrak daun ketapang. Karena air daun ketapang dapat bertahan hingga 2 sampai 3 minggu, maka Anda tidak perlu membuat berulang – ulang. Persediaan ini cukup untuk 4 sampai 6 kali pergantian air pemeliharaan cupang.
  1. Masukan daun ketapang dan air secukupnya ke dalam panci, kemudian rebus hingga mendidih.
  2. Tunggu sampai matang dan warna air berbah menjadi cokelat kental kemerahan.
  3. Dinginkan.
  4. Kemudian masukan kedalam botol kaca.
Campurkan air daun ketapang secara secukupnya di setiap penggantian air cupang, rasio perbandingan 1:10 atau campurkan sampai mendapat kadar pH yang pas untuk cupang. Tambahkan juga garam ikan untuk meningkatkan pH dan kesadahan air. pH air harus sesuai dengan apa yang cupang inginkan.

Tidak ada komentar