Kualitas Air Untuk Ikan Cupang

Share:
Kualitas Air Untuk Ikan Cupang
Kualitas air sangat berperan penting pada perkembangan ikan cupang. Kita ibaratkan air adalah atmosfer bagi manusia, manusia dapat hidup dengan sehat, tumbuh dengan baik, dapat berumur panjang salah satunya faktornya karena atmosfer yang bagus. Itu berlaku juga dengan ikan cupang. Sebagai pemilik ikan cupang, Anda juga perlu memberhatikan kualitas air yang anda gunakan di akuarium tempat ikan cupang Anda berada.

Walaupun terlihat jernih sekalipun, itu bukan sebuah jaminan bahwa air itu baik untuk ikan cupang. Bisa saja ada zat yang tidak berbau dan tidak berwarna namun mematikan untuk makluk hidup.

Sebab itu kami membuat artikel tentang “kualitas air untuk ikan cupang”. Artikel ini berisi tentang hal – hal yang harus diperhatikan dalam kandungan air untuk pemeliharaan ikan cupang, jangan sampai ikan anda sakit bahkan mati gara-gara Anda asal-asal dalam memelihara ikan cantik ini.
Kandungan – kandungan yang perlu diperhatikan dalam air untuk pemeliharaan atau budidaya ikan cupang sebagai berikut ini.

  1. Keasaman / pH (potensial Hidrogen)
Keasaman menjadi faktor sangat berpengaruh sekali dalam dunia ikan cupang. Tingkat keasaman juga menjadi salah satu indikator apakah air itu tercemar atau tidak, Indikaro air tercemar adalah pH melebihi 2 dan 9. Titik netral pH sendiri adalah 7.
Keasaman air (pH) yang baik untuk ikan cupang
table pH mater, angka 7 mengindikasikan kada pH netral
Bisa dilihat pada gambar diatas bahwa nilainya semakin tinggi atau lebih dari 7 maka suatu zat cair akan menjadi Basa. Bila bilanya semakin rendah atau kurang dari 7 maka zat akan menjadi Asam.
Namun ikan cupang sendiri menginginkan kondisi air berkadar pH antara 6,5 – 7,2. Untuk itu para peternak atau pemili ikan cupang akan merekayasa bagaimana air agar mendapatkan kadar pH yang pas.

Untuk mengubah pH air biasanya menggunakan kapur bordo untuk menurunkan kadar keasaman (menaikan pH) sebanyak 2 cc per liter. Dan menggunakan daun ketapang untuk menaikan keasaman.
Untuk penggunaan daun ketapang, pemilik ikan cupang harus merendam daun pada air yang akan digunakan. Rendam selama beberapa hari sampai kadar pH menjadi di antara 6,5 – 7,2. Setelah itu ambil daun ketapang.

Untuk mengetes kada pH, anda dapat menggunakan alat digital bernama pH mater. Tidak seperti kertas lakmus pH mater sangat praktis anda hanya perlu menyetel ke angka 7 kemudian celupkan pada air yang akan dites. Ini sangat mudah dibandingkan memakai kertas lakmus yang anda harus mencocokan warna dengan table indikator warna asam dan basa.

Kita simpulkan bahwa bila Anda ingin mengubah asam dan basah atau pH maka air harus ditambahkan kapur bordo atau daun ketapang kering.
Baca Juga : Manfaat dan Cara Pengolahan Daun Ketapang Untuk Ikan Cupang.

  1. Kesadahan (Hardness)
Kesadahan dapat diartikan sebagai gabungan mineral-mineral seperti kapur, magnesium, mangan, dan seng. Semakin tinggi kadar mineral-mineral ini maka tingkat kesadahan juga akan semakin tinggi.
Kesadahan juga berbanding lurus dengan asam dan basa didalam air. Semakin tinggi pH maka kesadahan akan meningkat, bila pH rendah maka kesadahan akan menurun.

Untuk mengetes tingkat kesadahan tanpa menggunakan alat. Dengan cara Anda dapat mencicipi, bila tidak terasa asin maka kesadahan air diperkirakan rendah berkisar 5° - 8° HD dan bila terasa payau maka tingkat kesadahan diperkirakan tinggi berkisar 11° - 15° HD. Cupang sendiri mengiginkan tingkat kesadahan berkisar 8° - 10°.

Mengukur tingkat kesadahan dengan alat, Anda dapat menggunakan alat digital bernama Salinity tester.

Untuk menghilangkan kesadahan dalam air, Anda dapat menggunakan Zeolit. Caranya, Anda harus menampung zeolit ke dalam tong yang bagian bawahnya sudah diberi keran. Air yang masuk ke atas akan melewati zeolit, dan hasilnya kesadahan akan hilang.

Meningkatkan kesadahan air dapat dilakukan dengan cara memberi dekorasi berbahan kapur seperti pasir atau melewatkan air melalui pecahan batu marmer.

  1. Amoniak dan Nitrit
Amoniak dihasilkan dari sisa metabolisme ikan cupang, tidak hanya itu. Amoniak juga dihasilkan dari sisa makanan ikan, lumut dan tamanan air yang mati. Ambang batas maksimal kandungan amoniak di dalam air adalah 1mg/L.

Nitrit adalah kelanjutan dari amoniak, nitrit dihasilkan dari amoniak yang diubah oleh bakteri nitrosomonas. Amonia dan Nitrit dapat menjadi racun untuk ikan cupang, sehingga bagaimana kita mengecek seberapa besar kandungan amonia dan nitrit dengan cara melihat gaya berenang ikan, mabuk atau tidaknya, dan nafsu makan ikan menurun.

Cara mengurangi kandungan zat ini di dalam air adalah melakukan pergantian air secara rutin, untuk ikan cupang, maksimal dilakukan pergantian air sekali dalam tiga hari. Dengan cara mengganti 25-50% air yang lama dengan air yang baru.

  1. Oksigen Terlarut.
Walaupun ikan cupang memiliki labirin yang membuatnya dapat mengambil udara langsung dari permukaan air, ternyata oksigen terlarut juga penting. Oksigen terlaur juga dapat dihasilkan oleh tanaman – tanaman air dalam akuarium atau aerator.

Banyak sedikitnya oksigen terlarut dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan cupang, nafsu makan, bentuk tubuh dan sirip. Kandungan oksigen terlarut sangat baik bila diatas 5mg/L.

Untuk mengukur kandungan oksigen dalam air, Anda dapat menggunakan alat bernama DO meter.

  1. Suhu Air (Temperature)
Suhu air yang baik untuk cupang berkisar 24°-25° Celcius. Suhu air sangat penting, Mengapa ?. Karena bila suhu air terlalu dingin, ini akan membuat kekebalan tubuh menjadi terganggu. Bila suhu air terlalu hangat akan membuat bakteri berkembang dan air menjadi berkuarng kadar oksigen terlaurnya.

Untuk mengukur suhu air, anda dapat menggunakan alat bernama Termometer.

Tidak ada komentar